Festival Wadu Sura Season V Kembali Digelar, Momentum Merawat Warisan Budaya Desa Sari
SAPE — Festival Wadu Sura Season V telah resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima tadi malam, 29 Oktober 2026 di Dana Kala, Desa Sari, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Turut hadir juga dalam event ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Camat Sape, Kapolsek Sape, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Kepala Desa Sari, serta Sekretaris Desa Sari dan seluruh elemen masyarakat Desa Sari dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Desa Sari yang tetap mampu menyelenggarakan Festival Wadu Sura di tengah berbagai keterbatasan dan kebijakan efisiensi.
Beliau juga mengingatkan bahwa festival budaya tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, festival harus menjadi landasan untuk terus melestarikan budaya yang telah mewarnai kehidupan masyarakat Desa Sari dan diwariskan secara turun-temurun.
“Festival bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi landasan untuk terus melestarikan budaya yang memang sudah mewarnai kehidupan masyarakat Desa Sari, dipertahankan sampai hari ini dan dilestarikan untuk masa yang akan datang,”
Selain menyampaikan pesan tentang pentingnya pelestarian budaya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, S.P., M.Si., turut mengisahkan secara singkat sejarah Dana Kala Desa Sari serta kaitannya dengan perjalanan dan penyebaran syariat Islam di Bima. Sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam melihat Dana Kala bukan hanya sebagai sebuah lokasi, tetapi juga sebagai ruang yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.
Festival Wadu Sura Season V tahun ini kembali menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan tradisi, nilai keagamaan, serta seni budaya masyarakat Bima. Kegiatan tersebut di antaranya Dzikir Kapanca, Kalondo La Monca, Suna ra Ndoso Massal, Donor Darah, Pagelaran Seni Budaya, hingga Do'a Dana.
Rangkaian kegiatan Festival Wadu Sura masih akan berlangsung hingga 1 Oktober 2026. Oleh karena itu, masyarakat dan wisatawan diundang untuk hadir secara langsung, menyaksikan berbagai tradisi dan pertunjukan seni budaya, sekaligus ikut memberikan apresiasi terhadap upaya masyarakat Desa Sari dalam menjaga warisan budaya Bima.