Festival Uma Lengge Resmi Dibuka, Perkuat Pelestarian Budaya dan Daya Tarik Wisata Kabupaten Bima
Wawo, Bima – Festival Uma Lengge resmi dibuka pada Sabtu malam, 25 Oktober 2026, di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Ihwan, S.Sos., M.Si., dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, S.P., M.Si. Festival yang mengangkat kekayaan seni dan budaya lokal ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima yang mewakili Bupati Bima, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja menyukseskan penyelenggaraan festival, di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi. Apresiasi juga diberikan kepada para pegiat seni dan budaya Desa Maria serta masyarakat Kecamatan Wawo yang terus menjaga dan mewariskan tradisi leluhur.
Ia menegaskan bahwa Festival Uma Lengge perlu terus dijaga keberlanjutannya sebagai ruang untuk mengenalkan identitas budaya Bima kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Menurutnya, kekayaan budaya seperti Uma Lengge, tradisi masyarakat, dan berbagai kesenian lokal memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Kehadiran wisatawan diharapkan turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, pengrajin, dan pelaku usaha lokal.
Untuk memperluas jangkauan promosi, diperlukan pula sinergi dengan agen perjalanan wisata dari Lombok, Bali, dan berbagai daerah di Indonesia agar Desa Maria dan Kecamatan Wawo dapat menjadi bagian dari paket perjalanan wisata di Kabupaten Bima.
Selain itu, Festival Uma Lengge diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat dengan para perantau asal Wawo. Gagasan “Wawo Mantoi” menjadi ajakan untuk membangun kebersamaan dengan mendorong para perantau pulang ke kampung halaman secara bersamaan, melalui penyesuaian waktu penyelenggaraan dengan momentum libur besar, seperti Idulfitri atau Iduladha.
Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi panggung pertunjukan budaya, tetapi juga ruang pertemuan antargenerasi, penguatan identitas masyarakat, serta penggerak aktivitas ekonomi lokal.
Rangkaian Kegiatan Festival Uma Lengge
Festival Uma Lengge berlanjut pada 26 dan 27 Oktober 2026 dengan beragam kegiatan yang memadukan dialog kebudayaan, pembelajaran seni, pertunjukan, tradisi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada Senin, 26 Oktober 2026, rangkaian kegiatan meliputi:
Dialog Budaya, sebagai ruang berbagi gagasan dan memperkuat pemahaman tentang pelestarian warisan budaya.
Kelas Seni, untuk mengenalkan dan mewariskan keterampilan seni kepada generasi muda.
Pentas Seni, yang menghadirkan ekspresi dan kreativitas seni budaya masyarakat.
Sementara itu, pada Selasa, 27 Oktober 2026, masyarakat dan pengunjung dapat mengikuti rangkaian kegiatan yang mengangkat tradisi serta kearifan lokal, yaitu:
Napak Tilas Ncuhi Maria, menelusuri jejak sejarah dan nilai-nilai leluhur masyarakat Maria.
Penghijauan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Tutu Menta.
Numpu Karodo.
Kango Karedo.
Doa Dana.
Upacara Ampa Fare, sebagai salah satu tradisi budaya yang menjadi bagian penting dari rangkaian festival.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Perpaduan kegiatan budaya dan penghijauan juga mengingatkan bahwa pelestarian warisan daerah perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Mari Datang dan Jadi Bagian dari Pelestarian Budaya
Festival Uma Lengge adalah upaya kita bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Bima mengundang seluruh masyarakat dan para wisatawan untuk hadir, menyaksikan pertunjukan seni, mengenal tradisi masyarakat Maria, serta ikut meramaikan seluruh rangkaian kegiatan pada 26–27 Oktober 2026.
Mari datang ke Festival Uma Lengge! Kenali budaya dan tradisinya, dukung ekonomi masyarakatnya, dan mari ikut menjaga warisan leluhur Bima agar tetap lestari.