[email protected] (0362) 21146

Dispar Bima Ikut Tanam Mangrove di Pantai Panda, Jaga Pesisir dan Masa Depan Masyarakat

Bima, 2 September 2026 — Pagi ini Dispar Kab. Bima mengikut kegiatan penanaman mangrove yg diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melalui BLUD UPTD PSDKP Wilayah Bima-Dompu, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di sepanjang pesisir Pantai Panda ini, mengusung tema “Ekonomi Biru untuk Indonesia.”

Sejumlah instansi di Kota Bima dan Kabupaten Bima turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima, Imigrasi Kelas II Bima, PT Pertamina Patra Niaga, PLN ULP Bima, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, PT PELNI, PT Pelindo, POS SAR Bima, serta berbagai instansi yang berada di sekitar Kecamatan Palibelo.

Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ini, kawasan pesisir di sepanjang Pantai Panda dapat semakin tertata dan terjaga ekosistemnya. Manfaatnya memang tidak langsung terlihat hari ini, karena bibit yang baru ditanam masih kecil dan membutuhkan waktu untuk tumbuh. Oleh karena itu, pekerjaan berikutnya tidak kalah penting, yaitu merawat dan menjaga agar mangrove yang ditanam dapat bertahan hidup.

Dari Menjaga Pesisir hingga Membuka Peluang Wisata

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, mangrove punya peran penting bagi masyarakat yang hidup di sekitar pesisir. Akar-akar mangrove membantu menahan tanah dan mengurangi pengikisan garis pantai akibat gelombang dan arus laut.

Artinya, semakin baik kondisi mangrove, semakin baik pula perlindungan alami yang dimiliki kawasan pesisir.

Mangrove juga menjadi tempat hidup dan berkembang berbagai jenis biota laut, seperti ikan, kepiting dan udang. Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari laut, keberadaan kawasan mangrove yang sehat dapat ikut menjaga ketersediaan sumber daya yang mereka manfaatkan.

Di sisi lainnya, bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, menjaga kawasan pesisir Panda juga merupakan bagian dari menjaga potensi pariwisata di area tersebut.

Pesisir yang bersih dan terawat tentu lebih nyaman untuk dikunjungi. Kawasan mangrove yang tumbuh dengan baik juga dapat dikembangkan menjadi ruang wisata berbasis alam, misalnya untuk mangrove walk, wisata edukasi, fotografi, hingga kegiatan wisata lingkungan.

Jika dikelola dengan baik, aktivitas tersebut dapat membuka peluang usaha pariwisata bagi masyarakat sekitar.

Dengan kata lain, mangrove tidak hanya bicara tentang pohon dan lingkungan, tetapi juga tentang peningkatan kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya.